Menikmati Objek Wisata Kampung Halamanku, Kota Bukittinggi



            Singkat cerita setelah gue wisuda bulan Februari 2015, kegiatan yang paling sering gue ikuti adalah Jobfair sana-sini, online buat nglamar kerja di beberapa website (sampe gak keitung lagi perusahaan yang dilamar T_T)  dan psikotest-interview sana sini juga. Tapi mungkin belum jodoh, ya kalo gak perusahaan nya gak mau sama gue, ya gue yang gak mau sama perusahaannya (*belagu sih lu, re) haha.
            Pertengahan bulan Maret, gue balik ke kampung halaman tercinta yaitu Bukittinggi J caused my beloved Oma yang sedang di Jakarta mau pulang ke Bukittinggi, jadi beliau dan keluarga pengen gue yang masih “jobseeker” ini nemenin beliau pulang. For sure, with my pleasure, kan bisa sekalian refreshing sebelum memasuki dunia kerja, ngurus KTP yang udah gak berlaku, ngurus SKCK, ngambil berkas syarat buat paspor, sama yang paling di kangenin main bareng temen zaman sekolah dulu, yeay!! :D

            Setelah beberapa kali gagal ketemu karena jadwal yang beda-beda, ada yang kuliah atau kerja. Mereka berusaha menyediakan waktu buat gue, karna memang gue pulang hanya untuk 2 minggu, terus balik lagi ke Jakarta-Bandung buat dapetin pekerjaan as soon as possible. Akhirnya gue temu kangen sama temen SMP dulu dan kita bikin janji, ketemu di “Jam Gadang”, Pasar Atas. Senang bisa liat temen-temen pada bahagia juga saat kita kumpul. Seperti yang terlihat pada potret berikut: 

 


Kami pun menghabiskan waktu dengan makan siang dan saling bercerita tentang hidup masing-masing. Sudah banyak yang terjadi dalam hidup kami masing-masing, hingga tersadar masa ketika masih pakai baju putih biru terlalu cepat berlalu. Karena udah sore, kita pun terpaksa pulang, maklum di bukittinggi mah angkotnya jangan harap bakal sampe malam, broo, hahaa. Dihari lainnya kita pergi jalan-jalan lagi, tapi cuma bertiga soalnya salah satu teman berhalangan hadir. 
Temen gue nanya, gimana kalo kita mulai dari Kebun Binatang a.k.a “Kinantan Zoo”, dengan sigap gue (yang terakhir kali ke kebun binantang waktu SD, hohoo) mengiyakan usulannya. Objek Wisata yang terletak di belakang Pasar Atas (bisa jalan kaki dari Jam Gadang) dikenakan biaya tiket masuk u/ dewasa: Rp.11.000,- dan anak-anak: Rp.5.000,-, serta jam bukanya mulai 8am-5pm.
Sudah begitu banyak yang terlihat berubah, guys (yaa maklum terakhir kan waktu SD). Karena kita pergi hari sabtu, jadi yaa banyak wisatawan yang juga berkunjung bersama keluarga, teman, satu instansi/organisasi, bahkan pacar, wkwkk. Kita pun tak lupa untuk mengabadikan kebersamaan kita disana J
       Suasananya begitu asri dan ditambah sejuknya udara, membuat betah menikmati moment-moment disana. Selain berbagai macam binatang, didalamnya terdapat “Rumah Adat Baanjuang” dimana berfungsi sebagai museum dan bisa berfoto dengan pakaian adat minang juga. Cukup membayar Rp.2.000,-, kita sudah dapat memasuki museum ini. Beberapa koleksi dari musem ini adalah seperti potret berikut: 
       

Selain Rumah Adat Baanjuang terdapat 2 icon lagi, yaitu “Museum Zoologi dan Museum Ikan”. Sayangnya kami tidak punya cukup waktu untuk berkunjung ke kedua tempat tersebut, karena ingin melanjutkan perjalanan dan cuaca yang mulai mendung pertanda akan turun hujan. Dari kebun binatang,  menuju ke “Benteng Fort de Kock”, kita cukup melewati “Jembatan Limpapeh” tanpa dipungut biaya lagi. 


Di Benteng ini kita dapat menikmati suasana alam yang nyaman, rekreasi bersama keluarga, dan melihat peninggalan zaman belanda seperti beberapa meriam yang sudah tidak berfungsi terletak di spot-spot tertentu. Setelah beristirahat sejenak dan menunaikan sholat, sekalian menikmati kenyamanan sore itu, tetap gue bareng temen gak lupa foto J


Cuaca yang semakin mendung membuat kami mempercepat langkah menuju tempat wisata selanjutnya yaitu “Taman Ngarai Maaram” yang terletak di Bukik Apik, belakang RS Achmad Mochtar-Bukittinggi. Dari Benteng kita cukup berjalan kaki santai sekitar ±10 min., ke arah bawah menuju IGD RSAM. Untuk masuk ke tempat ini kita tidak dipungut biaya alias gratis, guys, hohoo.
            And here we go...welcome to Ngarai Maaram, guys J dulu sewaktu gue belum pindah kuliah ke Bandung, tempat ini di gunakan sebagai lapangan Voli dan bagian semakin ke pinggir jurang dibiarkan tak terawat dimana berkembangnya semak belukar. Finally, sekarang pemerintah daerah telah berinovasi untuk merubah tempat ini sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan.
 

 Perjalanan gue bareng temen-temen hari itu pun berakhir disana, sangat menyenangkan bisa jalan-jalan bareng temen sewaktu SMP dulu, karena walaupun kami telah lama tak bertemu, banyak yang berubah, tetapi persahabatan kita takkan pernah berubah, Insyaallah J love u always , guys!! Sekian dari gue kali ini, Thanks a bunch, my lovely readers ^_^ .








Komentar